BAB I
ORGANISASI
BENGKEL ELEKTRONIKA
1.1. Tujuan Praktek Bengkel Pengawatan dan Teknologi PCB
Setelah topik ini dibahas
mahasiswa dapat:
1.
Melakukan
praktek sesuai peraturan dan tata tertib di bengkel elektronika;
2.
Merangkai
sendiri bentuk dan kegunaan dari sebuah rangkaian;
3.
Mendemonstrasikan
keterampilan skill;
4.
Menunjukkan
sikap disiplin, menerapkan ketelitian dan kesabaran selama praktek;
5.
Memperlihatkan
sikap profesionalisme di bidang elektronika.
1.2 Dasar
Teori
1.2.1. Pengawatan
dan Teknologi PCB-1
Pengawatan adalah proses perancangan dan perakitan
komponen-komponen elektronika sehingga menghasilkan suatu rangkaian elektronika.
Praktek Pengawatan dan teknologi PCB-1 merupakan praktek dasar tentang
cara membuat rancangan (desain) rangkaian elektronika dasar dan perakitanya
pada papan PCB (printed circuit board).
1.2.2. Keselamatan Umum
Hal utama yang harus diperhatikan dalam
melakukan latihan-latihan di bengkel elektronika adalah keselamatan umum. Keselamatan
umum meliputi keselamatan sendiri, orang lain, dan peralatan kerja. Keselamatan
umum merupakan tanggung jawab bersama antara mahasiswa sebagai praktikan dan
instruktur sebagai pengajar. Setiap mahasiswa yang melakukan praktek dituntut
untuk selalu berhati-hati. Mahasiswa harus dalam kondisi siap, tidak sakit dan
tidak mengantuk. Selain itu, Mahasiswa harus memakai baju seragam bengkel. Hal
ini dimaksudkan dengan tujuan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kecelakaan yang sering terjadi antara lain:
a.
Terkena
panas solder;
b.
Terkena
ujung sisi benda tajam;
c.
Tersengan
aliran listrik ;
d.
Terkena
benda yang berputar seperti bor.
1.3. Penanggung Jawab Praktek
1.3.1. Instruktur
Instruktur adalah orang yang bertugas memberikan arahan tentang
langkah-langkah praktek yang benar, tepat dan aman. Instruktur juga mengontrol
kegiatan mahasiswa saat praktek, menyelidiki terjadinya kerusakan pada alat
atau mesin dan mencatat semua peristiwa tersebut.
1.3.2. Storeman
Storeman adalah orang yang bertanggung jawab terhadap peralatan yang
dipinjamkan kepada siswa sebagai praktikan. Mencatat setiap peralatan yang
dipinjam oleh praktikan baik yang rusak maupun yang hilang yang terjadi pada
setiap kegiatan yang berlangsung.
1.3.3. Praktikan
Praktikan adalah setiap mahasiswa yang mengikuti kegiatan praktek. Praktikan
dituntut untuk mengikuti dan menjalankan semua tugas yang diberkan oleh
instruktur dengan baik dan mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang berlaku
selama praktek. Juga wajib menjaga peralatan yang dipinjam agar tidak rusak dan
hilang.
1.4. Kebersihan
Kebersihan lingkungan harus dijaga
baik sebelum, selama, dan sesuadah melakukan praktek. Meja kerja yang telah
digunakan untuk praktek harus dibersihkan dan tidak membuang sampah
sembarangan.
1.5. Peralatan yang Diguanakan
Peralatan yang digunakan selama praktek antara
lain:
-
Mistar
baja;
-
Obeng;
-
Tang;
-
Palu;
-
Pinset;
-
Solder;
-
Landasan
solder;
-
Penyedot
timah;
-
Multimeter.
1.5.1.
Mistar Baja
Mistar baja
digunakan untuk mengukur benda-benda kerja.
Gambar 1.1 Mistar baja
1.5.2. Obeng
Obeng digunakan untuk memasng atau
melepaskan baut. Obeng yang tersedia ada dua macam yaitu obeng minus dan obeng
plus.
Gambar 1.2 Obeng Plus Gambar 1.3 Obeng
Minus
1.5.3.
Tang memiliki beberapa bentuk dan kegunaan yang berbeda, antara lain:
1.5.3.1. Tang jepit berfungsi untuk menjepit atau membengkokkan elemen kawat.
1.5.3.2. Tang potong berfungsi untuk memotong kawat atau kabel.
1.5.3.3. Tang kombinasi berfungsi untuk menjepit, membengkokkan dan memotong elemen kawat
atau kabel.
1.5.4.
Palu
Palu atau hammer digunakan untuk memukul baut atau paku yang
akan dipasangkan pada papan kerja.
1.5.5.
Pinset
Pinset digunakan untuk menjepit komponen-komponen elektronik. Dapat juga
digunakan untuk mengambil baut yang jatuh ditempat yang sangat sempit.
1.5.6.
Solder
Solder digunakan untuk melekatkan komponen-komponen elektronika dengan bantuan
timah.
1.5.7.
Landasan Solder
Landasan solder digunakan untuk sandaran
solder dalam kondisi panas.
1.5.8.
Penyedot
Timah (Sucker)
Penyedot timah digunakan untuk mengambil timah yang berlebihan di PCB.
1.5.9.
Multimeter
Multimeter
atau multitester merupakan alat yang digunakan
untuk mengukur arus, tegangan dan hambatan listrik. Alat ini juga disebut
AVO-meter.
1.6. Pertanyaan dan Evaluasi
1.6.1. Pertanyaan
1. Gambarkan
struktur organisasi bengkel elektronika !
2. Jelaskan
tujuan Praktek Pengawatan dan Teknologi PCB-1!
1.6.2. Evaluasi
1. Jelaskan perbedaan tang jepit dan tang
potong, obeng plus dan obeng minus !
2. Jelaskan langkah-langkah pengukuran
arus, tegangan dan hambatan listrik menggunakan multimeter!
BAB II
MENYOLDER
DAN MEMPERTIN KAWAT EMAIL
2.1. Tujuan
Setelah latihan mempertin pada kawat email mahasiswa
dapat :
1.
Berlatih menggunakan alat-alat yang umum digunakan
dalam praktek pengawatan;
2.
Mempertin
kawat email dengan baik dan benar;
3.
Membandingkan
hasil pertin pada berbagai jenis kawat.
2.2. Dasar
Teori
Menyolder adalah proses
menyatukan dua buah logam tanpa mencairkan kedua logam yang disatukan
tersebut. Adapaun yang
menyatukan logam tersebut ialah dengan menggunakan
timah, bisa juga ditambahkan bahan lain supaya keduanya lebih cepat dan bagus
untuk menyatu, misalnya lotfet. Timah akan
mencair pada suhu yang cukup tinggi
dan akan berbentuk padat pada suhu yang rendah. Timah yang biasa digunakan adalah timah yamg memiliki RH 60/40 (60% timah dan 40% timah hitam) akan mencair pada suhu 188° dan RH 40/60 akan mencair
pada suhu 210.
Alat bantu yang
digunakan untuk proses penyoderan disebut solder. Solder yang dihubungkan
dengan aliran listrik akan menghasilkan panas yang cukup tinggi sehinga dapat
mencairkan timah. Pada saat timah dalam keadaan cair itulah, kedua logam yang
ingin disatukan dapat direkatkan dengan timah. Saat ini alat solder banyak
terdapat di pasaran dengan bentuk dan variasi yang bermacam-macam.
Mempertin adalah proses pelapisan suatu logam dengan timah
yang dipanaskan dengan
alat solder. Tujuannya adalah supaya bagian logam yang dilapisi tidak mudah
berkarat.
2.3.
Daftar Alat dan Daftar Bahan:
a.
Daftar Alat
No.
|
Nama
Alat
|
Spesifikasinva
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Solder
Tang potong
Tang lancip
Cutter
Pinset
Mistar baja
Landasan solder
|
30 watt/220 volt
|
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
|
Tabel 1.1
b. Daftar Bahan
No.
|
Nama
Barang
|
Spesifikasinya
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Kawat email
Kawat email
Timah
Lotfet(pasta)
Amplas halus
|
f 1 mm
f 0.8 mm
f 1 mm RH 60/40
|
60 mm
160 mm
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
|
Tabel 1.2
2.4.
Keselamatan Kerja
- Ikutilah
instruksi dari instruktur!
- Gunakan
tang potong dan cutter dengan hati-hati
- Perhatikan cara menggunakan solder dengan balk
dan hati-hati
- Selalu letakkan solder yang panas pada landasan solder
2.5.
Langkah kerja
a.
Persiapkan
semua peralatan dan bahan yang akan digunakan dan letakkan pada posisi yang
benar.
b.
Ukur kawat
email sepanjang 80 mm menggunakan mistar baja.
- Potonglah
sesuai ukuran dengan menggunakan tang potong sehingga kedua macam kawat
dengan diameter berbeda menjadi dua bagian yang sama panjangnya.
- Ukurlah
masing-masing kawat menjadi tiga bagian.
- Kupas kaeat email dengan menggunakan cutter
dan amplas pada bagian-bagian tertentu (sesuai gambar).
- Pertin kawat email yang telah dikerik dan
diamplas dengan mengguunakan timah yang telah ditentukan.
- Gunakan lotfet pada saat mempertin bagian
kawat tertentu (sesuai gambar).
- Periksa hasil perkerjaan sesuai dengan gambar
- Laporkan pada instruktur bila semua pekerjaan
telah selesai.
- Bersihkan semua peralatan yang digunakan.
- Simpan kembali semua peralatan yang digunakan
ke tempat penyimpanan dengan kondisi bak.
- Lakukan pembersihan bengkel.
2.6 Data Pengamatan, Pertanyaan, dan Evaluasi
2.6.1. Data Pengamatan
|
Hasil Solderan
|
Kawat email
|
ɸ 1 mm
|
ɸ 0,8 mm
|
Timah
|
RH 60/40
|
RH 40/60
|
RH 60/40
|
RH 40/60
|
Tidak dikupas
|
|
|
|
|
Dikupas dan diamplas
|
|
|
|
|
Dikupas
|
|
|
|
|
Dikupas, diamplas dan diberi lotfet
|
|
|
|
|
Tabel 1.3
2.6.2. Pertanyaan
1. Jelaskan tujuan mempertin !
2. Jelaskan kegunaan lotfet saat
penyolderan !
2.6.3. Evaluasi
1. Jelaskan perbedaan hasil
solderan kawat yang dikupas, dikerik, dan tidak dikupas !
2. Jelaskan perbedaan hasil solderan
kawat yang menggunakan timah RH 60/40 dan RH 40/60 ?
2.7. Analisa
dan Kesimpulan
2.7.1. Analisa
Analisa job praktek yang pertama
adalah job menyolder dan mempertin kawat email. Sebelum melakukan praktek
menyolder dan mempertin kawat email.terlebih dahulu kita harus mengetahui
bagaimana cara menyolder dan mempertin pada kawat email. Menyolder adalah merupakan
proses menyatukan dua buah logam tanpa mencairkan kedua logam yang disatukan
tersebut. Adapun yang menyatukan kedua logam tersebut adalah timah yang
dicampur dengan bahan lainnya. Mempertin adalah sebuah proses pelapisan suatu
logam dengan timah yang dipanasakan dengan alat solder.
Untuk mendukung penyolderan
digunakan alat untuk menyolder yaitu solder. Pertama kita memerlukan kawat email atau kawat
tembaga yang panjangnya 320 mm kemudian dipotong menjadi empat bagian yang
masing – masing panjangnya 80 mm dan memakai timah jenis 40/60 dan juga ampelas
untuk membersihkan emailnya. Keempat potongan kawat tersebut diperlakukan
berbeda.
Yang pertama 1/3 bagian dikupas
tidak dilapisi timah 1/3 tidak dikupas,1/3 dikupas dan dilapisi timah. Yang
kedua 1/3 dikupas tidak dilapisi timah, 1/3 tidak dikupas, 1/3 dikupas tidak
dilapisi timah. Yang ketiga 1/3 dikerik dan dipertin, 1/3 tidak dikerik dan
dipertin, 1/3 dikerik dan dipertin. Untuk kawat yang keempat semua bagian
dikerik dan dilapisi timah. Setelah semua dilakukan akan terlihat perbedaan
diantara keempat kawat tersebut. Hasilnya adalah sebagai berikut :
-
Pada kawat email pertama ,bagian yang hanya dikupas hasilnya tidak baik
sehingga hasil dari pelapisan timah tidak baik, selain itu juga kawat yang
dilapisi timah juga kurang mengkilat malahan terlihat kusam.
-
Pada kawat email kedua, tidak ada bagian kawat email yang dilapisi dengan
timah hanya terdapat 2/3 bagian kawat yang dikupas dan diamplas.
-
Pada kawat email ketiga, bagian yang dikupas, dan diampelas dilapisi timah,
hasilnya paling baik, hal ini karena sangat bersihnya bagian kawat tersebut
dari email sehingga timah dapat dengan mudah melekat pada kawat
-
Pada kawat email keempat, seluruh bagian yang diberi timah mempunyai hasil
yang bagus.
2.6.2
Kesimpulan
1.
Dalam setiap melakukan pekerjaan
diharapkan agar selalu teliti dan sabar;
2.
Kawat terlebih dahulu dikerik
dengan bersih agar pada saat penyolderan mudah dalam mempertin pada kawat dan
permukaan kawat terlihat rapi;
3.
Pada saat menyolder diusahakan tidak terlalu banyak memakai lotfet dan
tidak terlalu panas karena hasilnya akan menjadi hitam pada permuakaan kawat;
4.
Dalam melalakukan penyolderan kita harus memperhatikan batas panas atau
titik cair timah yang kita gunakan, dan juga kita harus berhati-hati dengan
asap timah karena asap tersabet mengandung racun.
BAB III
MEMBUAT KUBUS
3.1.
Tujuan
Setelah latihan membuat kubus dari kawat email mahasiswa
dapat :
1.
Menyolder kawat email dengan benar;
2.
Membuat
lilitan dari kawat email;
3.
Merakit kawat email menjadi sebuah kubus sama
bidang.
3.2.
Dasar Teori
Membuat lilitan (membundel) adalah
menggulung kawat/kabel menjadi gulungan yang simetris dan rapi. Dalam latihan
ini gulungan kawat digunakan untuk menyatukan ujung kawat email agar membentuk
sudut-sudut kubus yang rapi.
Dalam bidang elektronika, fungsi pengawatan
sering menjadi masalah. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlatihan untuk
melakukan penyolderan dan pembundelan.
Penyolderan dan pembundelan sering
dijumpai pada pesawat-pesawat pemancar, penerima, computer, amplifier, dan
lain-lain. Fungsi pembundelan adalah untuk menghindari kerumitankabel
penghubung memudahkan dalam troubleshooting, mengurangi crosstalk dan
memudahkan dalam perakitan (assembling).
3.3.
Daftar Alat dan Daftar Bahan:
a.
Daftar
Alat
No.
|
Nama
Alat
|
Spesifikasi
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Solder
Tang potong
Tang lancip
Cutter
Pinset
Mistar baja
Landasan solder
Mistar baja
|
30 watt/ 220 volt
|
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
|
Tabel 2.1
b.
Daftar
Bahan
No.
|
Nama
Alat
|
Spesifikasinva
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
Kawat Email
Kawat Email
Koker
Timah
Lotfet (pasta)
Amplas halus
|
f 1 mm
f 0.4 mm
f3.5 mm
f1 mm RH 60/40
|
1200 mm
400 mm
75 mm
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
|
Tabel 2.2
3.4.
Keselamatan
Kerja
- Ikutilah
instruksi dari instruktur
- Gunakan
tang potong dan cutter dengan hati-hati
- Perhatikan cara memegang solder dengan baik
- Letakkan solder yang panas pada landasan solder
- Jangan menghisap asap yang dikeluarkan solder
karena mengandung racun
3.5.
Langkah
Kerja
1.
Persiapkan
semua peralatan dan bahan yang akan digunakan dan letakkan pada posisi yang benar;
2.
Ukur masing-masing
kawat email menggunakan mistar baja;
3.
Potong
kawat email tersebut menjadi 12 bagian (f1 mm berukuran 100 mm dan 8 potong kawat, f 0.4 mm berukuran 50 mm);
4.
Buatlah
gulungan dari kawat email f 0.4 mm menggunakan
koker sebagai inti;
5.
Usahakan lilitan
kawat tegak lurus terhadap inti dan
rapat;
6.
Kawat yang
telah dililit rapi disisihkan dengan baik;
7.
Ambil kawat
email f 1 mm dan
kupas ujung-ujungnya sepanjang 10 mm menggunakan cutter;
8.
Pertin kedua ujung kawat yang telah dikupas dengan
menggunakan timah;
9.
Tekuk ujung kawat tersebut dengan sudut 45o pada arah yang sama;
10.
Lakukanlah
hal yang sama pada semua kawat lain;
11.
Satukan ujung-ujungnya sehingga membentuk kubus,
dimana setiap kubus dibentuk oleh tiga kawat dengan arah X Y Z;
12.
Masukkan
ujung-ujung kawat tersebut kedalam lilitan kawat yang telah dibentuk
sebelumnya;
13.
Satukan
kawat yang dipertin dan lilitan tersebut
dengan solder;
14.
Lakukan
penyolderan yang rapi setiap sudut
kubus;
15.
Laporkan pada instruktur bila semua pekerjaan
telah selesai dikerjakan;
16.
Bersihkan
semua peralatan yang telah digunakan;
17.
Simpan semua peralatan pada tempatnya dalam kondisi baik;
18.
Lakukan
pembersihan bengkel.
3.6.
Data
Pengamatan, Pertanyaan, dan Evaluasi
3.6.1.
Data Pengamatan
TABEL 1
Sisi Kubus
|
Panjang (cm)
|
Kondisi kawat (lurus/kurang
lurus/tidak lurus)
|
Sudut yang dibentuk (siku/tidak
siku)
|
a
|
|
|
|
b
|
|
|
|
c
|
|
|
|
d
|
|
|
|
e
|
|
|
|
f
|
|
|
|
g
|
|
|
|
h
|
|
|
|
i
|
|
|
|
j
|
|
|
|
k
|
|
|
|
l
|
|
|
|
Tabel 2.3
TABEL 2
Sisi Kubus
|
Panjang (cm)
|
Kondisi kawat (lurus/kurang
lurus/tidak lurus)
|
Sudut yang dibentuk (siku/tidak
siku)
|
m
|
|
|
|
n
|
|
|
|
o
|
|
|
|
p
|
|
|
|
q
|
|
|
|
r
|
|
|
|
s
|
|
|
|
t
|
|
|
|
Tabel 2.4
3.6.2.
Pertanyaan
1. Jelaskan tujuan
menyolder !
2. Sebutkan
langkah-langkah untuk menghasilkan solderan yang baik!
3.6.3.
Evaluasi
1.
Jelaskan perbedaan menyolder dan mempertin !
2.
Jelaakan kegunaan koker dalam lilitan kawat !
3.
Jelaskan kegunaan pembundelan dalam
rangkaian-rangkaian elektronika !
3.7.
Analisa dan
Kesimpulan
3.7.1.
Analisa
Dalam
latihan membuat kubus ini sama saja dengan latihan sebelumnya sebab pada
latihan sebelumnya hanya menyolder dan mempertin timah terhadap kawat email
akan dapat dibuat kubus sama bidang dengan variasi tertentu. Pertama – tama
diperlukan juga kawat email 12 potongan, masing – masing panjang ukurannya 8
cm. Dan juga kawat email 0,4 mm yang panjangnya 5 cm. Pertama kita ambil kawat
email dengan ukuran 8 cmdan kupas ujung – ujungnya dengan ukuran 7,5 cm.
Sesudah
dikupas kemudian dikerik dengan menggunakan cutter dan diampelas kemudian juga
dilapisi dengan timah barulah kemudian ujung kawat email ditekuk dengan tang,
dengan sudut 450 begitu juga halnya pada kawat email yang lainnya. Kemudian
kita satukan kawat pada ujung – ujungnya dan membentuk suatu kubus dimana
setiap sudut kubus dibentuk oleh tiga kawat dan lilit kawat tersebut dengan
kawat email ukuran 0,4 mm yang telah diapisi timah. Satukanlah kawat tersebut
dengan cara melilitkannya lakukanlah penyolderan dengan rapih agar sudut –
sudut kubus tersebut kuat dan tidak goyang atau renggang.
Pada
latihan ini pada dasarnya hanya merupakan pengembangan dari latihan pertama dan
ada sedikit penambahan faktor kesulitan dan kreasi yaitu kita harus dapat
menentukan titik tolak dari pengerjaan latihan praktek membuat kubus.
3.7.2.
Kesimpulan
Pada
latihan membuat kubus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Dalam
melakukan tugas ini di butuhkan ketelitian serta kesabaran, karena tiap sudut
yang rentan lepas karena permukaan timah yang mudah meleleh apabila terkena solder;
2. Saat
memasang kawat penyambung, kawat tersebut harus tergulung secara rapi, dan kuat
agar tidak terjadi pergeseran pada tiap-tiap sudut;
3. Penyolderan
harus rapi dan sebaik mungkin agar kawat tidak renggang dan tidak goyang, bila
semua solderan dilakukan dengan baik dan rapi maka akan menghasilkan kubus yang
bagus.
BAB IV
MENYOLDER PADA PCB MATRIK
4.1.
Tujuan
Setelah latihan
menyolder pada PCB matriks mahasiswa dapat :
1.
Menyolder
kabel listrik pada PCB Matriks;
2.
Menyolder
dengan baik dan benar;
3.
Mentransfer
gambar ke bentuk sebenarnya;
4.
Membaca
gambar skematik dengan baik dan benar.
4.2.
Dasar Teori
PCB (Printed Circuit Board) adalah papan tempat memasangkan komponen-komponen elektronika. PCB
terbuat dari papan pertinax, dimana salah satu sisinya dilapisi oleh tembaga
sehingga kaki-kaki komponen elektronika dapat disolderkan pada tembaga
tersebut.
PCB
matriks adalah PCB yang tembaganya sudah tercetak
dalam bentuk bulatan-bulatan yang telah dilubangi sehingga kaki-kaki komponen
dapat langsung dipasangkan atau disolder pada tembaga tersebut.
Penggunaan PCB matriks dapat memudahkan kita
dalam merancang suatu rangkaian elektronik, dimana kita tidak perlu melakukan
proses pelarutan PCB yang biasa dilakukan untuk menghasilkan PCB yang siap
digunakan.
4.3.
Daftar Alat
dan Daftar Bahan
a.
Daftar alat
No
|
Nama
Alat
|
Spesifikasin
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Solder
Tang potong
Tang lancip
Cutter
Pinset
Mistar baja
Landasan solder
|
30
watt / 220 volt
|
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 Buah
|
Tabel 3.1
b.
Daftar
bahan
No
|
Nama
Alat
|
Spesifikasi
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
|
PCB Matrik
Kabel
warna merah
Kabel warna cokelat
Kabel warna putih
Kaber warna
Kabel pertin
Timah
Lotfet
Amplas halus
|
18
baris x 20 kolom
f 0.6 mm
f 0.6 mm
f 0.6 mm
f 0.6 mm
f 0.8 mm
f 1 mm RH 60/40
|
1 buah
45 cm
70 cm
20 cm
40 cm
25 cm
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
|
Tabel 3.2
4.4.
Keselamatan Kerja
1.
Ikutilah
instruksi dari instruktur
2.
Gunakan
tang potong, mistar baja dan cutter dengan hati-hati
3.
Selalu letakkan
solder yang panas pada landasan solder
4.
Jangan
menempelkan mata solder pada PCB Matriks terlalu lama karena dapat melepaskan
tembaga!
4.5.
Langkah
Kerja
1.
Persiapkan
semua peralatan dan bahan yang akan digunakan dan letakkan pada posisi yang benar;
2.
Periksa
kondisi PCB Matrik;
3.
PCB matrik
bagian tembaganya diamplas dengan halus;
4.
Ukur
masing-masing kabel berwarna dan kawat menggunnakan mistar baja sesuai dengan
tabel warna;
5.
Potong
sesuai ukuran dengan menggunakan tang potong sehingga didapat 9 potong kabel
merah, 5 potong kabel kuning, 4 potong kabel putih, 9 potongkabel cokelat, dan
9 kabel pertin;
6.
Kupas
ujung-ujung kabel dari selubungnya berukuran kira-kira 5 mm, lalu amplas;
7.
Pertin
bagian kawat, sisakan ujung-ujungnya kira-kira 5 mm dan amplas;
8.
Lakukan
penyolderan masing-masing kawat dan kabel yang telah dipertin pada PCB Matrik
sesuai dengan gambar 04;
9.
Laporkan
kepada instruktur bila pekerjaan telah selesai dikerjakan;
10.
Bersihkan
semua peralatan yang telah digunakan;
11.
Simpan
kembali semua peralatan yang telah dipakai ke tempat penyimpanan dalam kondisi
baik;
12.
Lakukan
pembersihan bengkel.
4.6.
Data
Pengamatan, Pertanyaan, dan Evaluasi
4.6.1.
Data Pengamatan
Kabel / kawat
|
Panjang total setelah penyolderan
(cm)
|
Kondisi kawat/kabel (lurus/kurang
lurus/tidak lurus)
|
Hasil penyolderan (matang/tidak
matang)
|
Hitam
|
|
|
|
Hijau
|
|
|
|
Kuning
|
|
|
|
Pertin
|
|
|
|
cokelat
|
|
|
|
Tabel 3.3
4.6.2.
Pertanyaan
1. Sebutkan
perbedaan kabel dan kawat !
2. Hitunglah
panjang kabel dan kawat sebelum dan sesudah proses penyolderan !
4.6.3.
Evaluasi
1. Jelaskan
perbedaan penyolderan pada kabel dan kawat !
4.7.
Analisa dan
Kesimpilan
4.7.1.
Analisa
Pada praktek job III kali ini kami melakukan praktek
latihan menyolder pada PCB matriks. Pertama – tama diperlukan papan PCB matriks
yang memilki 18 baris dan 20 kolom dan kabel warna yang dibutuhkan warna putih,
merah, kuning, pink dan kawat sisa yang telah dipertin yang berbeda – beda
ukuran panjangnya.
Papan PCB matrik terlebih dahulu diampelas agar timah
lebih melekat, kemudian potong kabel yang berwarna dengan ukurannya
masing-masing, dan ujung-ujungnya dikupas lalu ampelas dan terakhir barulah
lakukan penyolderan masing-masing kabel dan kawat yang telah diperin, dan
kemudian solderlah pada PCB matrik dengan cara potong kabel tersebut kemudian
masukkan pada baris dan kolom yang telah ditentukan dengan benar dan teliti
barulah disolder dengan rapih dan bagus.
Perlu diketahui juga jangan terlalu lama menyoldir pada
kabel sebab isolasi pada kabel akan meleleh dan pada kabel lainnya dilakuan
seperti itu juga. Latihan ini juga merupakan suatu dasar yang harus dikuasai.
4.7.2.
Kesimpulan
Pada
latihan menyolder pada PCB matrik dapat ditarik kesimpulan :
1.
Ketelitian
sangat diperlukan dalam menyolderanPCB matrik ini karena kawat yang dipakai sangat rentan
apabila terkena panas yang berlebih;
2.
Menyolder PCB
matrik ini juga harus membutuhkan kesabaran mulai dari ketelitian saat
penyusunan kabel, hingga pnyolderan pada papan PCB matrik karena ini
membutuhkan waktu yang lumayan lama.
13.
BAB V
MENYOLDER DAN MERAKIT RANGKAIAN
POWER SUPPLY REGULATOR PADA PAKU PAYUNG
5.1. Tujuan
Setelah latihan menyolder
dan merakit rangkaian pada paku payung mahasiswa dapat :
1. Membaca gambar skematik
dengan benar;
2. Menggambar rangkaian elektronika
pada kertas milimeter;
3. Mentransfer gambar ke bentuk
yang sebenarnya;
4. Memasang komponen rangkaian
elektronika dengan benar;
5. Menyolder komponen pada paku
payung;
6. Merakit rangkaian elektronika
dengan baik dan benar.
5.2. Dasar Teori
Pada rangkaian yang
sederhana, penggunaan paku payung sebagai pengganti dari eksperiment board yang
menggunakan PCB atau eksperimentor sangatlah besar manfaatnya, disamping mudah
membuatnya, biayanya pun lebih murah
dibandingkan dengan biaya pembuatan PCB.
Dalam latihan ini,
rangkaian yang akan dirancang adalah rangkaian Power supply Regulator
(Pembangkit Sinyal). Rangkaian Power Supply Regulator merupakan rangkaian
pembangkit sinyal searah (DC). Rangkaian ini banyak dipakai sebagai sumber
penyearah pada rangkaian-rangkaian elektronika sederhana.
Sebelum merangkai
rangkaian sebenarnya, terlebih dahulu
dibuat rancangan pada kertas milimeter.
Fungsi kertas milimeter
adalah untuk memudahkan pengukuran objek gambar sehingga lebih teliti dalam
memperhitungkan posisi dan tata letak komponen-komponen elektronika.
5.3. Persiapan
Dalam latihan ini agar
dapat berjalan dengan baik, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Intruksi yang diberikan oleh
instruktur;
2. Daftar bahan dan alat yang
digunakan;
3. Gambar rangkaian dan bentuk
sebenarnya;
4. Langkah kerja;
5. Kontrol semua praktek.
Daftar Alat dan Bahan :
- Daftar Alat
No.
|
Nama Alat dan Spesifikasinya
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
Landasan solder
Solder
(30 Watt / 220 Volt)
Tang potong
Tang lancip
Penggaris logam
Cutter
|
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
|
Tabel 4.1
- Daftar Bahan
No.
|
Nama Barang
|
Spesifikasinya
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
|
Papan multipleks
Paku Payung
Resistor 1
Resistor 2
Kapasitor
Transistor
Dioda bridge
Dioda Zener
LED
Kabel penghubung
Timah
Amplas
Lotfet
Kertas milimeter
|
200 x 150 x 18 mm
270 Ω
1,5 KΩ
4700 μF/16 Volt
BC 107
12 Volt / 400 mA
Rh 60/40
|
1 buah
17 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
1 Lembar
|
Tabel 4.2
5.4. Keselamatan Kerja
1. Mengikuti intruksi dari
instruktur !
2. Menggunakan tang potong dan
cutter dengan hati-hati !
3.
Selalu meletakkan solder yang dalam keadaan panas pada landasan solder !
4.
Tidak mengisap asap yang dikeluarkan oleh solder karena asap tersebut
mengandung racun !
5. Tidak terlalu lama
menempelkan mata solder pada kaki komponen-komponen yang sensitif terhadap
panas !
6.
Menggunakan pinset untuk mengurangi panas pada kaki komponen saat
penyolderan !
5.5.
Langkah
Kerja
1. Menyiapkan semua peralatan
yang akan digunakan, dan tempatkan pada posisi yang benar agar mempermudah
dalam penggunaan;
2. Membersihkan permukaan paku
payung dari karat dan lemak agar proses
penyolderan berjalan dengan cepat, kemudian pertin seluruh permukaannya
untuk tiap-tiap paku payung;
3. Menempatkan gambar rangkaian
diatas papan dan pasang paku payungnya seperti tertera pada gambar;
4. Memotong kabel-kabel
penghubung sesuai dengan kebutuhan dan ukuran;
5. Menyolder semua komponen paku
payung diatas papan seperti gambar rangkaian dengan tidak memotong kaki-kaki
komponen tersebut;
6. Memeriksa kembali hasil
pekerjaan bila telah benar, kemudian laporkan kepada instruktur;
7. Melakukan uji tes rangkaian
dengan memberikan sumber tegangan yang sesuai pada input rangkaian;
8. Mengembalikan semua peralatan
pada tempatnya dalam keadaan bersih dan melakukan pembersihan bengkel.
5.6.
Data
Pengamatan, Pertanyaan, dan Evaluasi
5.6.1.
Data Pengamatan
Titik
Uji
|
Tegangan
(volt)
|
Input
|
|
Zener
|
|
Output
|
|
LED
(Menyala
/ tidak)
|
|
Tabel 4.3
5.6.2.
Pertanyaan
1.
Sebutkan
kegunaan paku paying dalam rangkaian elektronika!
2.
Sebutkan
fungsi kertas millimeter dalam rancangan gambar elektronika!
3.
Sebutkan
keuntungan penggunaan paku paying dibandingkan PCB!
5.6.3.
Evaluasi
1.
Jelaskan
fungsi rangkaian Regulator Power Supply!
2.
Jelaskan
fungsi diode bridge!
3.
Jelaskan
fungsi diode zener!
4.
Jelaskan
fungsi LED!
5.7.
Analisa dan
Kesimpilan
5.7.1.
Analisa
Pada
praktek job kali ini kami melakukan praktek menyoldir dan merakit rangkaian
power supply regulator pada paku payung. Pertama diperlukan papan dengan ukuran
200 x 150 x 18 mm 1buah dan papan tersebut dilapisi dengan kertas milimeter
blok, kemudian digambar rangkaian power supply pada kertas milimeter blok yang
telah ditempel pada papan.
Kemudian ambillah komponen – komponennya
yaitu paku payung, dioda bridge, dioda zener, elco, kabel penghubung, resistor
270 ohm dan 1,2 K ohm, transistor BC 107, led ( lampu indikator ). Pertama
pasang paku payung sesuai dengan gambar rangkaian pada papan.
Lalu ampelaslah paku payung tersebut
agar timah lebih melekat dan pasang kabel serta komponen – komponen yang telah
disediakan tersebut. Pada saat menyolder usahakan jangan terlalu panas karena
akan dapat menyebabakan komponen rusak, lalu saat memasang komponen jangan
sampai terbalik, jika terbalik maka rangkaian akan short, apabila rangkaian
benar maka lampu led akan menyala.
5.7.2.
Kesimpilan
1. Dioda
Brige berfungsi mengubah arus AC ke DC.
2. Kapasitor
berfungsi sebagai pelurus arus yang sebelumnya keluar dari dioda dan arus yang
keluar dari kapasitor dialirkan ke komponen yang lain. Selain itu, kapasitor
berfungsi sebagai arus menyimpan energi yang sudah melewatinya
3. Transistor
berfungsi sebagai penguat arus yang mengalir dari kapasitor.
4. Dioda
Zener berfungsi sebagai penyetabil tegangan yang tidak setabil.
5. Dioda
LED berfungsi sebagai indikator cahaya.
6. Trafo
terbagi 2 yaitu CT dan Engkel, dan masing-masing trafo mempunyai fungsi
tersendiri.
7. Trafo
berfungsi sebagai pengubah tegangan dengan cara menaikan dan menurunkan
tegangan yang dibutuhkan rangkaian elektronika.
8. Menguji
komponen-komponen yang layak pakai atau tidak menggunakan multitester.
BAB
VI
MEMBUAT LAYOUT GABUNGAN
POWER SUPPLY
REGULATOR DAN FLIP-FLOP
6.1.
Tujuan
Setelah latihan membuat layout
gabungan Power supply Regulator dan Flip-flop mahasiswa dapat:
1. Membaca gambar skematik
dengan baik dan benar;
2. Menggambar rangkaian listrik
elektronika pada kertas milimeter;
3. Mengetahui tata aturan yang
diperoleh dalam membuat layout;
4. Membuat layout dan tata letak
rangkaian elektronika dengan baik;
5. Mentransfer gambar layout ke
bentuk sebenarnya.
6.2.
Dasar
Teori
Rangkaian flip-flop sering
kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, contohnya pada lampu hias di taman,
lampu sinyal pada suatu rangkaian elektronik. Di bidang elektronika sangat
diperlukan kemampuan untuk membuat rangkaian flip-flop dengan rapi dan benar.
Sebagai latihan di sini mahasiswa diberikan tugas untuk mengubah dari skema
rangkaian menjadi suatu layout dengan tata letak komponen yang teratur dan
rapi.
Prinsip dasar dari suatu
perancangan rangkaian elektronika adalah mengetahui tata letak dari
komponen-komponen elektronika yana akan dirancang. Untuk menghasilkan tata
letak komponen yang baik, suatu rangkaian elektronika sebaiknya memiliki gambar
layout komponen dari rangkaian yang akan dibuat. Selain itu adanya layout akan
memudahkan dalam pemasangan komponen maupun pengecekan rangkaian tersebut.
Layout rangkaian
elektronika terdiri atas layout komponen dan layout jalur PCB, dimana kedua
layout harus bersesuaian. Desain layout sebaiknya dilakukan dikertas kalkir,
dengan terlebih dahulu digambar pada kertas milimeter.
Dalam membuat tata letak
komponen maupun jalur, harus memperhatikan aturan-aturan yang diperbolehkan,
antara lain :
1. Jarak lubang kaki komponen
harus sesuai dengan ukuran komponen yang akan dipasang.
2. Jalur harus dibuat rata dan
sehitam mungkin.
3. Pembelokkan jalur minimal 45˚
4. Jarak antara jalur minimal 1
mm
6.3.
Persiapan
Untuk membantu latihan ini agar dapat
berjalan dengan baik, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Intruksi yang diberikan dari
instruktur
2. Daftar bahan dan alat yang
digunakan
3. Gambar rangkaian dan bentuk
sebenarnya
4. Langkah kerja
5. Kontrol selama praktek
Daftar Alat dan
Bahan :
- Daftar Alat
No.
|
Nama Alat
|
Spesifikasinya
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Pensil
Pena RAPIDO
Pena RAPIDO
Mistar Sablon
Mistar Sablon
Penggaris
Penghapus
|
Ф 0.3 mm
Ф 0,5 mm
3 mm
5 mm
|
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
|
Tabel 5.1
- Daftar Bahan
No.
|
Nama Bahan
|
Spesifikasinya
|
Jumlah
|
1.
2.
3.
|
Kertas Milimeter
Kertas Kalkir
Skema Rangkaian
|
Regulator Power Supply
|
Secukupnya
Secukupnya
1 lembar
|
Tabel 5.2
6.4.
Keselamatan
Kerja
1.
Mengikuti intruksi dari instruktur!
2.
Menggunakan pensil untuk menggambar pada kertas milimeter!
3.
Menggunakan pena Rapido unyuk menggambar pada kertas kalkir!
6.5.
Langkah
Kerja
1. Mempersiapkan semua peralatan
dan bahan yang akan dipergunakan dan meletakkan pada posisi yang benar.
2. Membuat skema rangkaian pada
kertas milimeter.
3. merancang tata letak komponen
dan jalur PBC pada kertas milimeter.
4. Mengukur jarak lubang kaki-
kaki komponen sesuai dengan ukuran komponen asli.
5. Besarnya lubang dan jalur
harus sesuai dengan kaki komponen.
6. memeriksa sekali lagi apakah
perancangan sudah benar, lalu membandingkan dengan skema rangkaian pada gambar.
7. Memindahkan gambar tata letak
jalur (layout jalur) pada kertas kalkir dengan cara meletakkan kertas kalkir
diatas layout milimeter.
8. Mewarnai jalur sehitam mungkin
dengan pene rapido, tidak boleh ada celah pada jalur.
9. Memindahkan gambar tata letak
komponen (layout komponen) pada kertas kalkir dengan posisi berkebalikan dengan
tata letak jalur.
10. Melaporkan pada instruktur
setelah semua pekejaan telah selesai dikerjakan.
11. Membersihkan semua peralatan
yang telah digunakan.
12. Mengembalikan semua peralatan
ke tempat penyimpanan dalam kondisi baik.
13. Melakukan pembersihan
bengkel.
6.6.
Pertanyaan
dan Evaluasi
6.6.1.
Pertanyaan
1.
Sebutkan
keuntungan membuat tata letak (layout) rangakaian elektronika!
2.
Sebutkan
aturan yang diperbolehkan dalam pembuatan tata letak (layout) rangkaian!
6.6.2.
Evaluasi
1.
Buatlah
layout komponen dan layout jalur dari rangkaian gabungan Power Supply dan
Regulator dan Flip – Flop dengan ukuran PCB 5 x 10 cm, pada kertas kalkir!
6.7.
Analisa dan
Kesimpulan
6.7.1.
Analisa
Pada praktek job kali ini kami melakukan
praktek menyoldir dan merakit rangkaian power supply regulator dan flip – flop pada paku payung.
Pertama diperlukan papan dengan ukuran 200 x 150 x 18 mm 1buah dan papan tersebut
dilapisi dengan kertas milimeter blok, kemudian digambar gabungan rangkaian power supply dan flip - flop pada kertas milimeter
blok yang telah ditempel pada papan.
Kemudian ambillah komponen – komponennya
yaitu paku payung, dioda bridge, dioda zener, elco, kabel penghubung, resistor
270 ohm dan 1,2 K ohm, transistor BC 107, led ( lampu indikator ). Pertama
pasang paku payung sesuai dengan gambar rangkaian pada papan.
Lalu ampelaslah paku payung tersebut agar timah lebih
melekat dan pasang kabel serta komponen – komponen yang telah disediakan
tersebut. Pada saat menyolder usahakan jangan terlalu panas karena akan dapat
menyebabakan komponen rusak, lalu saat memasang komponen jangan sampai
terbalik, jika terbalik maka rangkaian akan short, apabila rangkaian benar maka
lampu led akan menyala.
6.7.2.
Kesimpulan
1. Dioda
Brige berfungsi mengubah arus AC ke DC.
2. Kapasitor
berfungsi sebagai pelurus arus yang sebelumnya keluar dari dioda dan arus yang
keluar dari kapasitor dialirkan ke komponen yang lain. Selain itu, kapasitor
berfungsi sebagai arus menyimpan energi yang sudah melewatinya
3. Transistor
berfungsi sebagai penguat arus yang mengalir dari kapasitor.
4. Dioda
Zener berfungsi sebagai penyetabil tegangan yang tidak setabil.
5. Dioda
LED berfungsi sebagai indikator cahaya.
6. Trafo
terbagi 2 yaitu CT dan Engkel, dan masing-masing trafo mempunyai fungsi
tersendiri.
7. Trafo
berfungsi sebagai pengubah tegangan dengan cara menaikan dan menurunkan
tegangan yang dibutuhkan rangkaian elektronika.
Menguji komponen-komponen
yang layak pakai atau tidak menggunakan multitester.
BAB VII
RANGKAIAN GABUNGAN POWER SUPPLY
REGULATOR
DAN FLIP-FLOP
7.1. Tujuan
Setelah latihan merancang
rangkaian gabungan power supply regulator dan flip-flop mahasiswa dapat:
1. Membaca gambar skematik
dengan baik dan benar
2. Mentransfer gambar layout ke
PBC menggunakan decondalo atau rugas
3. Melakukan proses pembuatan
layout PBC dengan larutan FeCI
4. Memasangkan dan menyolder
komponen-komponen elektronika dengan benar
5. Merancang rangkaian gabungan
Power Supply Regulator dan Flip-flop dengan benar
6. Memahami fungsi dan prinsip
kerja rangkaian Power Supply Regulator dan Flip-flop
7.2
. Dasar
Teori
Penggunaan PBC dalam
perakitan rangkaian elektronika memiliki keuntungan dibandingkan dengan pengawatan langsung, yaitu dapat mengatasi
pengawatan yang rumit, memperkecil daya yang hilang pada pengawatan serta lebih
praktis. PBC dibuat dari bahan perinaks atau epoxi yang satu sisinya dilapisi
tembaga. Tembaga tersebut berfungsi sebagai kawat penghubung antara komponen
yang satu dengan yang lainnya. Tebal atau lebarnya lapisan tembaga menentukan
besarnya daya yang boleh melaluinya. Semakin tebal atau lebar tembaga maka
semakin besar pula daya yang dapat melalui jalur tembaga tersebut.
Pembuatan PBC dapat
dilakukan dengan cara, salah satunya adalah dengan proses langsung. Jalur PBC
tersebut dapat dicetak dengan cara menempelkan decondalo (permanent ink) atau
rugos pada PBC, dan dilarutkan dalam campuran FeCI dan air. Jalur PBC yang
telah tercetak dapat dipasangi komponen dan disolder sesuai dengan tata letak
komponennya. Rangkaian yang telah tersusun pada PBC memiliki fungsiyang sama
dengan rangkaian pada diagram skematik.
7.3
. Persiapan
Untuk membantu latihan ini
berjalan dengan baik, maka perlu dipersiapkan hal-hal sebagai berikut:
1. Intruksi yang diberikan oleh
intrukstur
2. Bahan-bahan dan alat yang
digunakan
3. Gambar rangkaian yang telah
dipersiapkan di kertas milimeter
4. Langkah kerja
5. Kontrol selama praktek
Daftar Alat dan
Bahan:
a. Daftar alat
NO
|
NAMA ALAT
|
SPESIFIKASI
|
JUMLAH
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
|
Gambar layout
komponen dan jalur pada kertas kalkir
Rugos elektro atau permanent ink
Solder
Penyedot timah
Tang potong
Tang jepit
Cutter
Pinset
Mistar baja
Landasan solder
Multimeter
|
Rangkaian gabungan
Power Supply Generator dan Flip-Flop
Jalur dan bulatan
30 W / 220 V
|
1 buah
1 set
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
|
Tabel 6.1
b. Daftar Bahan
NO
|
NAMA BARANG
|
SPESIFIKASI
|
JUMLAH
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
|
PBC
FeCI3
Air bersih
Thinner
Sabun / Vim
Timah
Lotfett
Amplas halus
Resistor 1
Resistor 2
Resistor 3,4
Resistor 5,6
Dioda bridge
Transistor 1,2,3
LED 1,2,3
Kapasitor 1
Kapasitor 2,3
Dioda 1,2
Transformator
|
5 x 10 cm
270 Ω
1,2 Ω
560 Ω
10 Ω
BC 109
2200 μF / 16 Volt
220 μF / 16 Volt
IN 4001
12 V / 500 mA
|
1 buah
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya
1 buah
1 buah
2 buah
2 buah
1 buah
3 buah
3 buah
1 buah
2 buah
2 buah
1 buah
|
Tabel 6.2
7.4
. Keselamatan
Kerja
1.
Mengikuti instruksi dari instruktur
2.
Mengunakan perbandingan yang benar saat membuat larutan FeCI3
& air
3.
Melakukan proses pelarutan PBC diruangan khusus
4.
Hati-hati saat proses pelarutan PBC karena larutan FeCI3 cukup
berbahaya bila mengenai kulit dan mengotori ruangan, bila perlu gunakan sarung
tangan karet
5.
Pada saat pengeboran, lakukan dengan sangat hati-hati agar tidak melukai
badan dan merusak jalur PBC yang telah dibuat
6.
Menggunakan tang potong, cutter dan solder dengan hati-hati dan teliti
7.
Selalu meletakkan solder yang dalam keadaan panas pada landasan solder
8.
Jangan menghisap asap yang dikeluarkan solder karena mengandung racun!
7.5
. Langkah
Kerja
1.
Memotong papan PBC dengan ukuran 9 x 5 cm
2.
Memindahkan jalur yang telah kita buat ke papan PBC tersebut sesuai dengan
jalur yang telah ada, dengan mata pensil yang tumpul
3.
Merapikan atau bersihkan papan PBC tersebut dari kotoran ataupun rugos yang
tertempel tidak pada tempatnya
4.
Merendam papan PCB yang telah diberi jalur dengan rugos tersebut pada larutan
FeCl selama lebih kurang 10 menit, sampai lapisan tembaga pada papan tersebut
mengelupas
5.
Bor papan tersebut pada tempat yang telah ada secara hati-hati
6.
Kerik rugos yang masih menempel sampai bersih, sampai lapisan tembaganya
terlihat, kemudian amplas sampai benar-benar bersih
7.
Berilah lapisan timah tipis disepanjang jalur itu
8.
Menyusun komponen-komponen rangkaiannya diatas papan PCB, sesuai dengan
letak kaki komponen kemudian disolder
7.6.
Pertanyaan
dan Evaluasi
7.6.1.
Pertanyaan
1.
Sebutkan
keuntungan pengawatan dengan PCB dibandingkan dengan pengawatan langsung!
2.
Sebutkan
fungsi larutan Ferrit Chloride dalam proses pembuatan PCB!
7.6.2.
Evaluasi
1.
Jelaskan
prinsip kerja rangkaian gabungan Power Supply Regulator dan Flip – Flop!
7.7.
Analisa dan
Kesimpulan
7.7.1.
Analisa
Pada praktek job kali ini kami melakukan praktek
menyoldir dan merakit rangkaian power supply regulator pada PCB. Pertama
diperlukan papan pcb dengan ukuran 5 x 10 cm 1buah. Pembuatan PBC dapat dilakukan dengan cara
menempelkan decondalo (permanent ink) atau rugos pada PBC, dan dilarutkan dalam
campuran FeCI dan air. Hati-hati saat proses pelarutan PBC karena larutan FeCI3
cukup berbahaya bila mengenai kulit dan mengotori ruangan, bila perlu gunakan
sarung tangan karet. Bor PCB dengan alat bor yang telah
disediakan,p ada saat pengeboran,
lakukan dengan sangat hati-hati agar tidak melukai badan dan merusak jalur PBC
yang telah dibuat. Jalur PBC yang telah tercetak dapat
dipasangi komponen dan disolder sesuai dengan tata letak komponennya. Rangkaian
yang telah tersusun pada PBC memiliki fungsiyang sama dengan rangkaian pada
diagram skematik.
Kemudian ambillah komponen – komponennya
yaitu paku payung, dioda bridge, dioda zener, elco, kabel penghubung, resistor
270 ohm dan 1,2 K ohm, transistor BC 107, led ( lampu indikator ).
Pasang kabel serta komponen – komponen
yang telah disediakan tersebut, solder dengan hati hati. Pada saat menyolder
usahakan jangan terlalu panas karena akan dapat menyebabakan komponen rusak,
lalu saat memasang komponen jangan sampai terbalik, jika terbalik maka
rangkaian akan short, apabila rangkaian benar maka lampu led akan menyala.
7.7.2.
Kesimpulan
1. Dioda
Brige berfungsi mengubah arus AC ke DC.
2. Kapasitor
berfungsi sebagai pelurus arus yang sebelumnya keluar dari dioda dan arus yang
keluar dari kapasitor dialirkan ke komponen yang lain. Selain itu, kapasitor
berfungsi sebagai arus menyimpan energi yang sudah melewatinya
3. Transistor
berfungsi sebagai penguat arus yang mengalir dari kapasitor.
4. Dioda
Zener berfungsi sebagai penyetabil tegangan yang tidak setabil.
5. Dioda
LED berfungsi sebagai indikator cahaya.
6. Trafo
terbagi 2 yaitu CT dan Engkel, dan masing-masing trafo mempunyai fungsi
tersendiri.
7. Trafo
berfungsi sebagai pengubah tegangan dengan cara menaikan dan menurunkan
tegangan yang dibutuhkan rangkaian elektronika.
8. Menguji
komponen-komponen yang layak pakai atau tidak menggunakan multitester.
9. Lapisan tembaga
pada papan PCB berfungsi sebagai kawat penghubung antara komponen yang satu
dengan yang lainnya.
10. Larutan FeCl berfungsi untuk membuka lapisan papan PCB agar
lapisan bagian tembaga terbuka.
BAB VIII
PENUTUP
8.1
Kesimpulan
Dari beberapa latihan pada praktek pengawatan dan
teknologi PBC menunjang keterampilan mahasiswa kita dapat mengambil kesimpulan
bahwa:
1. Kawat email hanya dapat
dipertin apabila lapisan isolatornya dikupas atau diamplas. Apabila lapisan
tersebut tidak dikupas atau diamplas maka timah tidak akan melekat pada kawat
email.
2. Kawat email yang tidak
dikupas atau diamplas sampai bersih hasil soldernya tidak begitu licin.
3. Membuat PBC matrik diperlukan
ketelitian. Menyolder pada PBC matrik terlalu panas dapat mengakibatkan tembaga
pada PBC dapat lepas dan pelapis pada kawat email dapat meleleh.
4. Dalam menyolder, timah harus
penuh, matang, rapi dan menutupi semua tembaga.
5. Pada rangkaian regulator
apabila komponen yang dipasang tidak sesuai dengan tegangan yang diberikan maka
rangkaian tersebut tidak dapat menyala dan arus DC nya berkurang.
6. Pada rangkaian flip-flop ini
harus diberikan tegangan atau arus yang pas, karena apabila arus yang diberikan
terlalu besar maka rangkaian tersebut akan putus, begitu sebaliknya arus yang
diberikan kurang maka rangkaian tersebut tidak akan menyala. Serta perlu
hati-hati dalam melakukan penyolderan dalam keadaan terlalu panas, maka komponen
yang akan dipasang dapat putus.
7. Pada rangkaian flip-flop
kapasitor dan transistor memiliki peranan yang sangat penting, untuk kelip LED.
8. Pada layout gabungan power
supply regulator dan flip-flop diperlukan juga ketelitian dari mahasiswa,
karena apabila arus DC dari regulator tidak cukup untuk menyalakan rangkaian
flip-flop maka rangkaian tersebut tidak dapat menyala begitu juga sebaliknya.
9. Dalam membuat layout pada
papan PBC harus hati-hati. Jalur tidak boleh terputus, berbentuk sudut 90°
ataupun lancip.
10.
Pada rangkaian radar LED, jalur pada kaki IC harus benar-benar
diperhatikan, karena arah jalan kelip lampu tergantung dari letak jalurnya
terhadap kaki IC.
8.2
Saran
1. Diharapkan antara mahasiswa
dan instruktur dapat bekerja sama dan membimbing mahasiswa dalam setiap
pengejaran tugas-tugas yang diberikan agar praktek berikutnya dapat lebih baik.
2. Pada saat praktek diharapkan
kepada instruktur agar selalu hadir untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa
agar tidak terjadi kesalaha-kesalahan dalam melakukan pekerjaan. Begitu juga
sebaliknya, mahasiswa harus selalu menanyakan hal-hal yang tidak diketahui atau
tidak dimengerti kepada instruktur
3. Hendaknya peralatan yang
digunakan untuk melakukan pekerjaan bengkel dalam kondisi baik dan layak pakai.
Diharapkan juga agar jumlahnya mencukupi dan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga
tidak menghambat pekerjaan dan pekerjaan bisa selesai pada waktunya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, ST,. 2003.Buku
Petunjuk Praktek Dasar Teknologi Elektronika Politeknik
Negeri Sriwijaya. Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya.
Daryanto, 2000.Pengetahuan Teknik Elektronika. Jakarta : Buku Aksara.
Tim Praktek Dasar Elektronika PEDC Bandung, 1983, Dirjen Dikti
Politeknik: Bandung
LEMBAR KONSULTASI
No.
|
Tanggal
|
Urusan Konsultasi
|
Keterangan
|
Paraf
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
|
|
|
|